Rabu, 31 Oktober 2012

Membangun Tekad

Ketenangan adalah indikator keutuhan, integritas, keseimbangan dan kestabilan emosional serta pengendalian diri yang baik. Tekad adalah tenaga jiwa yang terkumpul dalam kondisi keseimbangan dan kestabilan itu. Jadi, ketenangan merupakan prakondisi yang diperlukan untuk membangun tekad yang kuat dalam diri kita.

Membangun tekad adalah sebuah proses pengumpulan segenap energi dan tenaga jiwa yang kita miliki. Hal tersebut merupakan proses kejiwaan yang relatif rumit, namun tetap bisa dilakukan, selama prakondisian jiwa kita memberi peluag untuk itu.

Setiap usaha membangun tekad yang kuat harus selalu dimulai dengan menciptakan prakondisi kejiwaan yang baik, yaitu dengan menciptakan ketenangan jiwa. Untuk itu kita harus melakukan dua hal.

Pertama, menjaga agar suasana jiwa kita dalam kondisi yang enak dan nyaman, dengan cara memproteksinya dari berbagai gangguan emosi, seperti marah, sedih, takut, dendam, dan yang lainnya. Setiap gangguan emosi yang kita alami akan berdampak negatif pada keseimbangan jiwa kita. Gangguan emosi itu dapat menciptakan kekacauan jiwa kita, membuyarkan konsentrasi, dan melemahkan kemampuan pengendalian diri kita. Secara keseluruhan, setiap gangguan emosi yang kita alami akan mengurangi tingkat ketenangan jiwa kita.

Kedua, menjauhkan diri kita dari berbagai perilaku dan kebiasaan yang dapat mengeruhkan suasana jiwa kita, seperti banyak bicara, sikap usil, dan kebiasaan melakukan sesuatu untuk mencari perhatian orang lain. Perilaku dan kebiasaan itu berdampak negatif bagi suasana jiwa kita. Sebab, disamping menyedot banyak enegri jiwa seperti kebiasaan banyak bicara dan usil, juga berpotensi menciptakan ketergantungan jiwa pada orang lain, seperti kebiasaan mencari perhatian orang lain, serta berpotensi menciptakan konflik dan merusak hubungan personal dengan orang lain.

Viris-virus Kepribadian

Marah
Marah, untuk sebagian besar tujuannya, merupakan isyarat lepasnya keseimbangan jiwa dan hilangnya pengendalian diri. Marah merupakan gangguan emosi yang paling merusak ketenangan dan kenyamanan suasana jiwa, membuyarkan konsentrasi, mengeruhkan kejernihan pikiran, mengurangi fungsi akal, dan menyedot sangat banyak energi jiwa.

Oleh karenanya, kita membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan suasana jiwa dan pikiran kita, serta mengembalikannya kepada kondisi keseimbangannya, setelah kemarahan reda. Seandainya Anda marah ketika sedang bekerja, maka anda akan membutuhkan waktu yang lama untuk menormalkan kembali suasana jiwa Anda untuk dapat bekerja kembali dengan samangat, kenyamanan, dan konsentrasi yang tinggi.

Maka, tidak heran apabila Rosululloh saw mengeluarkan puluhan hadits khusus mengenai sifat marah ini. Salah satu diantaranya adalah hadits beliau yang mengatakan, "Jangan marah, jangan marah, dan jangan marah, supaya kamu dapat masuk syurga."

Maka, upaya untuk membangun ketenangan jiwa sebagai faktor pendukung penguat tekad, harus selalu dimulai dengan peningkatan kemampuan menahan marah dan mengendalikan diri saat marah.

Banyak Bicara
Sama halnya dengan marah, banyak bicara juga merupakan kebiasaan buruk yang menunjukkan ketidakseimbangan jiwa dan ketidakstabilan emosi. Banyak bicara juga mengurangi kemampuan konsentrasi, dan sangat melelahkan jiwa.

Selain itu, orang-orang yang banyak bicara juga mengurangi respek orang lain terhadap dirinya. Orang - orang yang banyak bicara lebih sering tampak egois, kurang bijak, tidak bisa berempati dengan orang lain, sulit mendengarkan lawan bicara, dan menguasai forum dengan cara yang kurang etis.
Diam adalah emas, adalah satu petuah bijak yang menjelaskan hakikat ini. Dengan diam, kita menjaga kenyamanan suasana jiwa kita, membangun respek orang lain, menghemat energi jiwa, dan memperkokoh posisi kita dalam pergaulan.

Sikap Usil
Yang dimaksud sikap usil adalah kebiasaan memanjakan rasa ingin tahu kita terhadap urusan-urusan orang lain. Kita terlibat secara "sukarela" dalam urusan orang lain tanpa permintaan dari orang yang bersangkutan, atau melakukan sesuatu pekerjaan sekedar iseng dan menghabiskan waktu, atau memanjakan hobi tertentu yang tidak berhubungan dengan pencapaiannya.

Usil adalah kebiasaan buruk yang menunjukkan pelakunya sedang mengalami kekosongan jiwa, tidak percaya diri, hidup yang tidak padat, dan cenderung tidak terencana. Orang-orang usil berusaha untuk menyenangkan dirinya dengan cara yang tidak menyenangkan orang lain. Sebab, pada umumnya, mereka tidak disenangi dalam pergaulan sehari-hari.

Sikap usil dianggap sebagai kebiasaan buruk. Hal ini dikarenakan seseorang melakukan suatu pekerjaan, yang sudah tentu menyedot banyak perhatian dan energinya, yang sebenarnya tidak berhubungan dengan proses pencapaian tujuannya. Selain itu, sikap usil juga mudah menimbulkan pertengkaran dan konflik.

Sikap usil merupakan sebentuk pemborosan energi, mengurangi ketenangan jiwa, dan berpotensi merusak hubungan personal. Karena itu, sikap usil dianggap sebagai virus kepribadian yang harus diperangi dalam proses pembangunan dan penguatan tekad.

*****

Diambil dari buku "Delapan Mata Air Kecemerlangan" karya Anis Matta...yah, dua tahun lalu aku telah membacanya, dan kini tiba-tiba aku pingin membacanya lagi..sebagai bahan evaluasi diri, sebagai bahan untuk mengembalikan "posisiku" dan "suasana jiwa" ku yang akhir-akhir ini mulai "bergemuruh".Maka dari itu, tetaplah tenang.. Semoga bermanfaat. Keep istiqomah...

“Otak tak bertangan, tangan tak berotak..inilah karyanya!!"

Benar juga, terkadang impian dan harapan menjadi sebuah motivasi yang tinggi dalam menjalani kehidupan ini. sebab kehidupan tanpa sebuah pengharapan dan cita-cita bagai berjalan tanpa arah dan tujuan kemana hendak kita akan berlabuh. Namun hidup ini juga adalah pilihan. Sebenarnya bebas saja kita mau menjadi seperti apa di dunia ini, tergantung impian dan cita-cita hidup yang berhasil ia bangun untuk ia wujudkan sendiri cita-citanya itu.

Sejatinya setiap kita harus memiliki pilihan hidup yang “strategis”. Hidup strategis adalah hidup yang mampu merasakan dan menikmati setiap proses kehidupan yang kita sedang lakukan saat ini dari hasil perenungan dan pembelajaran dari semua proses pengalaman kehidupan yang sudah kita lakukan dimasa lalu untuk menuju kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Maka hal ini akan menjadi sangat penting untuk dipikirkan secara lebih mendalam oleh setiap kita. Karakter dalam kehidupan harus mulai dibangun seawal mungkin karena hal inilah yang sebenarnya mampu menyusun program kerja kehidupan kita. Sebab karakter timbul dari sebuah pemikiran bagaimana kita harus memikirkan cara kita berfikir, memikirkan semua pikiran kita, memikirkan apa saja yang kita pikirkan dan memikirkan apa yang seharusnya kita pikirkan.

Keinginan yang kuat untuk berubah menjadi lebih baik kadangkala diawali dalam suatu gelora niatan yang muncul disaat-saat tidak terduga oleh pikiran kita sekalipun. Disaat-saat dimana kita tidak sedang memiliki daya ataupun energy yang cukup untuk sedikit memaksakan kehendak yang tersimpan didalam satu relung hati yang teramat sangat dalam. Namun pada hakekatnya setiap kita memilki apa-apa yang kita butuhkan untuk berubah menjadi lebih baik atau menjadi lebih buruk sekalipun. Sekali lagi itu adalah pilihan..

Konsistensi adalah sepenggal proses yang harus diperjuangkan dan sekaligus dipertahankan. “Berlayar diatas gunung yang tinggi dan mendaki sebuah samudera yang luas” adalah bagian dari hal yang oleh kebanyakan orang dianggap aneh dan salah kaprah. Logika manusia tidak akan pernah mengijinkan ide yang tertuang dalam kalimat itu untuk terus menerus berkembang menyelami seluruh sendi-sendi saraf otak kita yang terdalam. Paradigma berfikir adalah kekuatan tersembunyi untuk menyibak segala sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sekalipun oleh nalar otak manusia. Namun ruang penciptaan pertama yang sangat kita sadari dan kita ketahui dan kita pahmai dan kita hayati sebelum jarum jam berputar adalah pikiran! (dhs_11)

Mengemis Kasih

Tuhan dulu pernah aku menaruh simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terseretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi kian parah...

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang mengiris hati...

Tuhan dosa ku menggunung tinggi
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi...

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah ku datang pada-Mu
Seribu langkah Kau datang padaku...

Album : Gema Alam
Munsyid : Raihan

Sabtu, 27 Oktober 2012

Motivasi Dalam Mendidik Anak

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Assalatuwasallam asrofil anbiya iwal mursalin sayidina wamaulana muhammadin wala alihi wasohbihi aj’main amaba’du. Marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita kepada Allah SWT atas segala rahmat dan hidayahNya kepada kita semua. Tidak lupa shalawat serta salam senantiasa selalu tercurah kepada nabi besar kita nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, sahabat, tabi-tabiin, dan seluruh umatnya yang senantiasa selalu istiqomah hingga akhir zaman nanti. Amien Yaa Raabal Alamin

Bapak/ibu wali santri yang kami hormati, berdasarkan pertemuan wali santri sebelumnya, telah dibuat sebuah model pembelajaran bagi pendidikan dan pembinaan anak di TPA Nurul Huda berbasis kelompok umur yang meliputi TQA, TPA dan TKA. Setiap kelompok kelas tersebut memiliki program tersendiri sesuai dengan kompetensi dan tujuan program pembelajaran berikut visi misinya. Pada tahap perencanaannya dengan system yang seperti ini membutuhkan banyak guru atau ustadz untuk bisa menjalankan program dengan baik. Namun setelah dalam tahap realita pelaksanaan maka model pembelajaran dengan kurikulum yang telah dibuat mengalami berbagai kendala dan permasalahan. Diantara kendala tersebut yang paling signifikan mempengaruhi adalah ketersediaan ustadz/ah yang semakin menurun serta tidak konsisten sementara santriwan dan santriwati begitu antusias dan semakin bertambah. Tentu saja hal ini membuat berbagai kesulitan muncul dipermukaan dalam menjalankan kurikulum TPA yang telah dibuat dan pada akhirnya kurikulum tersebut ditinggalkan.

Sulitnya mendapatkan kuantitas guru dan ustadz sebagimana harapan diawal, maka tentu saja tidak mengurangi semangat pengelola TPA Nurul Huda untuk terus berupaya seoptimal mungkin dalam menjalankan dan mendidik santriwan dan santriwati dengan sabar dan ikhlas. Akhirnya system pembelajaran tersebut diubah dan disesuaikan dengan kemampuan (waktu, tenaga, kreativitas serta ilmu) yang dimiliki para pengajar yang berjalan sebagaimana saat ini.

Kami menyadari dengan sepenuhnya bahwa dunia anak adalah dunia bermain. Mereka (para anak-anak) adalah para pemain-pemain yang professional. Oleh karena itu kami tidak melarang mereka untuk bermain sebagaiman apa yang mereka inginkan. Bermain adalah tabiat yang sesuai pada jati diri anak-anak . Tugas kami para guru dan ustadz hanyalah mendampingi mengarahkan dengan benar kapan saat-saat mereka bermain dan kapan saat-saat mereka belajar serta permainan seperti apa yang seharusnya mereka lakukan . Kami tidak mengekang anak-anak dengan aturan-aturan yang ketat, justru kami memberikan kebebasan bermain bagi anak-anak sebagai bentuk dan wujud ekspresi diri anak-anak dalam rangka menemu kenali potensi anak-anak yang memang harus dikembangkan sejak usia dini. Kami rasa dengan tidak memberikan aturan-aturan yang ketat terhadap anak-anak akan dapat membuat rasa percaya diri anak-anak tumbuh dengan baik, tidak merasa terbatasi dan terkekang sehingga potensi, kretivitas, daya intelektualitas anak-anak dapat dimunculkan dengan baik.

Bapak/ibu wali santri yang kami hormati, kami sadar bahwa proses pembelajaran dan pendidikan bagi anak-anak adalah sangat penting bagi masa depan anak-anak maupun masyarakat luas. Betapa pentingnya proses pendidikan di usia dini ini, maka sudah seharusnya kita semua bersemangat untuk memotivasi putra-putri kita agar rajin belajar. Belajar tidak harus di sekolah, namun juga bisa di TPA, di lingkungan sekitar dan juga di dalam lingkup keluarga. Menurut hemat kami, juatru proses pembentukan karakter atau character building pada diri anak sangat tepat jika dilakukan di dalam organisasi yang paling kecil yaitu pada lingkungan keluarga. Lingkungan keluarga yang terdiri dari bapak, ibu dan anak sejatinya akan memberikan nuansa-nuansa pembelajaran yang sangat dibutuhkan anak-anak kita dari pada ditempat-tempat pembelajaran yang lainnya. Oleh karena itu kami berpesan agar para bapak/ibu sekalian dapat menciptakan lingkungan keluarga yang hormonis dan dinamis untuk mendukung proses pembelajaran anak-anak. Para orangtua dapat memberikan contoh dan teladan yang baik bagi anak-anaknya. Memberikan pendampingan-pendampingan pada saat-saat yang tepat terhadap anak-anak seperti pada saat menonton TV, kapan harus bermain, kapan harus belajar , kapan harus sholat, membantu orang tua dan lain sebaginya. Tentu saja menurut hemat kami pula aturan-aturan yang dibuat tidak mengekang kebebasan anak-anak dalam mengekspresikan jiwa mereka. Disamping itu pastinya insya Allah sekolah dan TPA atau lingkungan masyarakat adalah sarana pembelajaran diluar keluarga yang akan membatu dalam proses pembelajaran anak-anak baik secara formal maupun non formal.

Bapak ibu yang dirahmati Allah, demikian yang dapat kami sampaikan semoga dengan tulisan sederhana ini dapat menumbuhkan motivasi bagi kami selaku guru atau ustadz serta bapak ibu semua selaku wali santri untuk bersama-sama membangun generasi yang baik soleh solehah dimasa mendatang. Amin

Wassalamu’alaikum.Wr.Wb

Disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan orang tua wali santri..

Jumat, 26 Oktober 2012

Hymne Guru

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan ku ukir di dalam hatiku

S’bagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu..

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan

Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan

Engkau patriot pahlawan bangsa…tanpa tanda jasa…

Belajar dan terus belajar...

Kita belajar diam dari banyaknya bicara. Kita belajar bersabar dari sebuah kemarahan. Kita belajar mengalah dari suatu keegoisan. Kita belajar menangis dari kebahagiaan. Kita belajar tegar dari kehilangan.

“Hidup adalah belajar….”

Belajar bersyukur meski tak cukup. Belajar ikhlas meski tak rela. Belajar taat meski berat. Belajar memahami meski tak sehati. Belajar sabar meski terbebani. Belajar setia meski tergoda. Belajar memberi meski tak seberapa. Belajar mengasihi meski disakiti. Belajar tenang meski gelisah. Belajar percaya meski susah. Belajar dan terus belajar….

Aku jarang mendapatkan apa yang aku inginkan, tapi Alloh memberi apa yang sebenarnya aku butuhkan…

Mohon maaf lahir bathin, selamat hari raya Idul Adha 1433 H

Rabu, 24 Oktober 2012

Two Years Ago...

Ditulis pada hari Senin, 20 September 2010

Pada awalnya aku mungkin tidak berharap menjadi pegawai negri sipil apapun itu kecuali menjadi dosen, tapi kemudian akupun memutuskann untuk masuk kuliah S2 di UGM. Hingga saat ini aku masih kuliah dan sedang memulai menulis proposal untuk thesis. Saat ini aku sedang menginjak semester 3 dan aku berusaha untuk cepat-cepat mengakhiri kuliahku pada semester ini sehingga pada Januari tahun 2011 aku dapat lulus dengan hasil yang tebaik.

Pada tahun-tahun sebelumnya aku tidak kepikiran untuk mengikuti ujian CPNS di manapun itu baik pusat maupun daerah karena tekadku waktu itu adalah menyelesaikan kuliah dengan hasil yag terbaik. Pada kenyataannya pun demikian selama dua semester ini aku berhasil mengikuti perkuliahan dengan baik dan memilii IPK yang cukup fenomenal yaitu 3,8 dari target sebelumya adalah 4. Bagiku itu sudah merupakan pencapaian yang luar biasa serta tiada duanya. Saat ini akupun tinggal merampungkan thesis dengan target nilai A sehingga pada akhir perkuliahan nanti insya Alloh pada awal tahun 2011 nilai IPK ku adalah bisa lebih dari 3,85…lebih dari caumlaude..

Namun pada perjalannannya saat aku mulai menapaki semester 3 ini ada sedikit "kegoncangan" dalam hidupku...hehehe... Godaan-godan untuk segera bekerja mulai berseliweran didalam benak dan hatiku. Apalagi aku selalu ingin agar segera menggenapkan dien dan menikah secepatnya, namun cukup terhambat karena belum mempunyai pekerjaan. Tentu saja saat ini aku sebagai asisten dosen di Geografi UGM bukan sebagai penjamin aku telah memiliki pekerjaan yang layak..Apalagi ditambah bayang-bayang teman-temanku yang sudah lebih dulu bekerja dan mendapatkan bayaran yang baik sehingga bisa lebih bisa menentukan masa depannya..ada yag memutuskan untuk akan segera menikah dan lain sebagainya. Aku jadi tak kuasa menahan inginku untuk juga ingin segera bekerja dimanapun itu termasuk sebagai PNS..

Sehingga pada suatu waktu aku kepikiran untuk mencoba mencari informasi tentang lowongan pekerjaan dosen. Dosen saat itu aku kepikiran UMS di Surakarta yang memiliki Fakultas Geografi dan terakreditasi B. Pada waktu itu sebenarnya tidak ada lowongan dosen di kampus itu namun aku coba untuk berikhtiar mencari informasi yang sedetail-detailnya. Maka tanpa pikir panjang pada bulan ramadhan kemarin aku medatangi kampus UMS di Solo. Aku ditemani oleh bapakku ke sana dan motor Yamaha Yupiter Z ku. Bapakku sangat perhatian sekali pada anak-anaknya termasuk padaku. Aku sangat beruntung mempunyai bapak seperti beliau.

Sesampainya di sana aku memberanikan diri menemui dekan Fakultas Geografi dan menanyakan perihal lowongan dosen geografi di kampus tersebut. Begitu bijak nya bapak itu memberi pejelasan pada kami namun hanya satu keseimpulan yang saya dapatkan bahwa tidak ada lowongan pekerjan untuk dosen. Akupun sudah memperkirakan bahwa pasti tidak akan ada lowongan dosen dan ternyata benar. Namun akupun tidak kecewa sama sekali dan bersyukur telah melakukan ikhtiar dengan sekuat tenaga. Semuanya sudah diatur oleh Allah SWT.

Pada bulan ramadhan kemarin aku medapatkan info dari temanku bahwasanya ada penerimaan CPNS di Bakosurtanal. Pada waktu itu aku tidak terbesit sama sekali untuk ikut, namun setelah dipikir-pikir tidak ada salahnya ikut dan mencoba. Kemudian aku mencoba untuk mendaftar secara online dan mengirimkan berkas-berkas pendaftaran ke pusat. Yang namanya iseng dan tidak sugguh-sungguh akhirnya aku hanya sekedarnya saja mengirimnya. Inilah kali pertama aku menggunakan Ijazah kuliahku dan pertama kali pula aku mendaftar PNS..

Begitu orangtuaku mengerti tentang informasi tersebut maka kemudian reaksi yang terjadi adalah begitu berharapnya mereka agar aku segera diterima dan bekerja sebagai PNS di pusat atau di daerah. Apakah gerangan yang membuat mereka sangat berharap demikian? Tanya diriku dalam hati..mungkin saja sudah sangat lama aku belum bekerja dan mungkin mereka telah menunggu terlalu lama untuk itu ya ada sekitar 1 tahun setengah. Walaupun saat ini aku menjadi asisten dosen, namun itu bukan pekerjaan yang baik bagi diriku, hanya sebuah jalan untuk menambah pengalaman..dan untuk menjadi dosen maka tentu saja aku harus menunggu lulus dulu hingga tahun depan..

Aku tidak tahu harus bersikap apa terhadap kedua orang tuaku megenai hal tersebut. Begitu besar jasa-jasa mereka terhadap aku hingga saat ini, aku tidak mungkin membalas seluruh jasa-jasanya. Namun begitu ternyata oragtuaku sangatlah sabar dan begitu sabar menantikan takdir Allah terhadap anak-anaknya.

Hari pengumumanpun telah tiba , pagi-pagi setelah sholat subuh aku langsung ke warnet terdekat namun ternyata belum ada pengumuman sama sekali dan bahkan aku mencoba loggin ke portal penerimaan dengan ID pengguna dan password ku tidak bisa. Akupun kemudian berfikir apakah ini pertanda bahwa aku tidak diterima dan tidak lolos tes administrasi. Pada siang harinya aku meluncur ke kampus dengan membawa laptopku dan setelah sholat dzuhur aku mencoba melihat informasi pengumuman itu namun ternyata takdir Allah berkata lain. Ya.. tidak ada nama Dian Hudawan Santoso pada pengumuman itu. Benar dugaanku!! Aku tidak diterima dan inilah kehendak Allah pada hidupku.

Lantas aku tidak sama sekali berfikir negative tentang masalah ini pada Allah namun justru inilah kemenanganku bahwa ada isyarat dan pertanda yang lebih baik bagi jalan hidupku kedepan. Aku yakin Allah telah mengatur segalanya dalam hidupku ini dan aku pun mensyukuri atas semua nikmat Allah tersebut. Pada waktu itu memang aku sempat bersedih hati, entah mengapa juga beberapa hari ini aku bersedih hati. Air mata ini mengalir taktertahankan lagi, dan entah sampai kapan airmata ini bisa berhenti mengalir…aku hanya bisa pasrah..apakah Allah menakdirkan aku tidak usah jadi PNS? Atau apakah Allah sedang mempersiapkan sesuatu pekerjaan yang jauh lebih baik ketimbang “hanya” sebagai PNS? Apakah aku kelak akan menjadi pengusaha? Dosen? Guru? Aku tidak tahu itu…

Beberapa hari ini aku memang sangat sedih, banyak sekali hal-hal yang mambut diriku harus mengalirkan air mata..heheh.....masalah setiap hari bermunculan menghiasi hidupku. Mulai dari masalah pekerjaan, menikah, masalah dakwah di masyarakat dan keluarga dan lain sebagainya..yah biarlah masalah ini terus mengalir pada diriku tapi yang pasti dengan banyaknya masalah aku berharap akan menjadi semakin dewasa dalam menapaki kehidupan ini…

Kadang aku berfikir bahwa posisiku saat ini tidak begitu mengecewakan dan menghinakan sebab ternyata masih banyak orang-orang yang hidup jauh lebih sulit dari pada aku saat ini, begitu beruntungnya diriku saat ini masih punya dua orang tua yag baik hati dan sabar, inilah anugerah yang besar bagi diriku dan tak tertandingi nilainya..bagitu bersyukurnya aku saat ini karena aku masih memliki teman-teman yang baik dan mau memperhatikan diriku.. begitu bersyukurnya diriku karena aku masih diberikan kesempatan untuk hidup dan beribadah di dunia ini dengan sebaik-baiknya..hingga aku mampu mempertahankan dan meningkatkan kesolehan pada diriku sampai ajal menjelang..aku ingin menjadi orang soleh aku ingn masuk sorga dengan berbekal ketakwaan pada Allah SWT..dan sampai detik ini alhmadulillah aku masih bisa menjadi hamba Allah yang taat…menurutku hal inilah yang jauh lebih penting daripada segalanya yang berbau dunia di bumi ini.. toh semua Allah telah mengatur dan member rizki pada masing-masing hambanya. Lantas apa yag kita risaukan? Rizki tidak terbatas hanya dari pegawai negeri saja, namun justru kalau ingin mendapat rizki yang banyak maka jadilah usahawan dan berwirausaha..sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosululloh saw. Aku pingin sekali mencontoh beliau.. atau saat ini banyak para ustadz-ustadz tawadu’ dan zuhud di negeri ini bisa kaya raya tidak sebagai pegawai negeri, mereka berwirausaha dan menjadi pengusaha sukses sehingga mereka bisa menghidupi keluarganya dengan baik, membantu masyarakat dan mampu umroh serta haji tiap tahun..mereka tidak menggunakan ijazah kuliah namun menggunakan cara-cara yang lain untuk mendapatkan rizki dari Allah SWT..

Dulu aku terinspirasi bahwa sepanjang aku masih bisa berusaha sendiri maka buat apa aku menjadi pegawai negeri!! Pilihan PNS sebenarnya pilihan terakhir dalam hidupku..jadi aku tidak pantas menyesal! Aku tidak menyesal tidak diterima sebagai PNS!! Ada pilihan yang jauh lebih baik dalam hidup ini! Sebab hidup adalah pilihan! Maka aku memilih dengan cara yang terbaik dan syar’I sesuai dengan hukum Allah..iya mungkin belum waktunya bagi diriku..aku masih harus terus meunggu dan bersabar..hingga sabar itu sendirilah yang tidak mampu menahan laju-laju keinginanku..

Terakhir aku ucapkan selamat bagi teman-temanku yang berikhtiar masuk PNS dan bersiap mengikuti tahap selanjutnya. Semoga kalian bisa berjuang dengan sekuat tenaga dan mendapatkan hasil yang terbaik! Amiin